Mancing di Pantai Sawarna Pelabuhan Ratu

Tadinya, saya tidak bermaksud untuk mengunjungi pantai ini. Pantai yang terletak di sebelah barat Pelabuhan Ratu yang masuk dalam kecamatan Bayah. Namun ternyata manusia hanya bisa berencana, Tuhan yang menentukan.

Rencana pertama adalah mengunjungi Ujung Genteng, dimana jauh-jauh hari saya sudah persiapkan rencana dan peralatannya untuk berkunjung kesana. Mulai dari alat pancing, kamera dan alat lainnya.

Rencana Touring ke Ujung Genteng ini timbul karena membaca laporan dari temen-temen di internet yang sudah pernah berkunjung kesana. Katanya… dan katanya indah. Hingga hati ini penasaran untuk membuktikan keindahannya.

Tanggal 5 Desember 2010 akhirnya saya jadi berangkat walaupun sendiri karena tidak ada satupun teman yang bisa diajak bareng. Berangkat dari Jakarta pagi-pagi jam 8. Rutenya adalah Jakarta-Ciawi-Cimanggu-Cikidang-Pelabuhan Ratu.

Tiba di pelabuhan Ratu jam 12, cuaca agak mendung. Nongkrong dan photo-photo.


Iseng telepon temen untuk menanyakan nomor nelayan yang biasa dipakai untuk memancing dengan berpikiran teman lagi ada di tengah laut. Ternyata, dia masih di darat dan katanya lagi ada di Cikidang menuju Pelabuhan Ratu. Dan dia berencana untuk mancing.

Pikiran yang tadinya mau ke Ujung Genteng mulai bimbang. Akhirnya diputusin untuk ikut mincing bersama temenku. Kami bertemu di pelabuhan untuk membeli umpan. Setelah itu makan siang dengan menu sop marlin [ikan langka].

Baru pertama kali saya merasakan ikan tersebut. Ada rasa nggak enak hati ketika menyantap ikan ini, karena ikan ini adalah ikan yang dilindungi, tapi apa mau dikata, hidangan sudah ada dan saya belum pernah merasakan ikan tersebut. Dilemma.

Setelah makan siang, kami berangkat ke Desa Sawarna. Tadinya saya pikir tempat itu tidak jauh. Namun ketika saya mengikuti teman, saya terheran-heran, kok ngga nyampe-nyampe. Ternyata Sawarna ini tempatnya sangat jauh.

Jalan menuju ke Sawarna begitu ekstrim, tanjakan dan turunan begitu curam dan panjang-panjang. Seumur hidup saya baru sekarang merasakan jalan yang begitu sulitnya. Ada tanjakan terjal panjang yang berujung dengan belokan 90 derajat, luar biasa, motor begitu terengah-engah menaklukan tanjakan tersebut.

Tiba di sawarna, siap-siap untuk turun melaut. Setelah beres kita berangkat ke pantai menuju kapal. Photo-photo dulu. Pantai sawarna adalah pantai yang lumayan bagus dan jarang wisatawan yang datang kesini.

Perahu yang kami pakai adalah perahu kecil yang hanya muat 6 orang, diparkir di pantai. Jadi jika akan memakai perahu, kita mesti mendorong ke air terlebih dahulu. Lumayan berat. Dan ketika perahu sudah mendarat di air, akan terjadi goncangan karena terhantam ombak, perjuangan lumayan berat untuk memancing.

Tiba di laut, hati ini deg-degan, melihat ombak yang begitu tinggi menghantam perahu kami yang kecil. Sepanjang perjalanan ke tempat mancing, perasaan saya was-was terus melihat ombak yang datang silih berganti.

Tiba di tempat tujuan, ombak masih gede, dan yang bikin kesal adalah arus yang kencang dan air yang dingin. Lengkaplah penderitaan. Namun karena ini adalah pertamakalinya saya memancing di pantai selatan, mau tak mau nikmatin saja.

Semaleman saya mancing dasar, tak ada satupun ikan yang genit yang menoel-noel pancing saya. Dan penderitaan bertambah ketika hujan datang, air tampias masuk ke dalam tenda. Basah lah baju, alah ma mimpi apa semalam.

Subuh-subuh terbangun karena kedinginan. Saya mancing lagi dengan harapan serangan pajar dari ikan akan berlangsung. Namun harapan tinggal harapan, tidak ada satupun ikan yang mampir. Tidur lagi menunggu pagi.

Pagi datang, namun sayang, bukan pagi yang cerah yang datang tetapi pagi yang mendung dan kelabu. Akhirnya diputuskan untuk merawe, kami pun putar-puter untuk melepaskan rawe. Setelah beres, kita mancing dasaran, lumayan saya dapat 1 ekor ikan 8 jarian. Namun ini adalah ikan pertama dan yang terakhir yang saya dapatkan, dikarenakan spot tempat kami memancing bukan sarang ikan.

Menjelang dzuhur akhirnya kami pulang, dan seperti berangkat, pulangpun kami harus penuh perjuangan untuk mendaratkan perahu di pantai agar tidak terbawa arus.

Hujan turun kembali ketika kami beristirahat sambil makan pisang goreng dan opak yang disuguhkan oleh tuan rumah. Hingga akhirnya kami putuskan untuk pulang walaupun dalam keadaan hujan.

About these ads

One response to “Mancing di Pantai Sawarna Pelabuhan Ratu

  1. Bro, tanggal 14-15 Sep 2011 sy juga bertandang ke Sawarna utk mancing. memang betul utk mancing dasar di laut Sawarna rada susah, ikannya tidak ada. Tapi kalo mancing trolling lumayan bagus, kita sempat mendapat ikan talang2 ukuran 5-7 kg dua ekor dan yg kecil2 skitar 10 ekor. Berangkat mancing menggunakan perahu nelayan yg parkir di pantai Pulo Manuk, skitar 15 menit perjalanan dari Sawarna ke arah Bayah.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s