LOGIKA KETUHANAN

Bicara tentang Tuhan, banyak persepsi dan teori. Hanya akan ditemukan persamaan bahwa Dia lah yang telah menciptakan semesta beserta isinya [bagi yang percaya Tuhan].

Dari berbagai teori dan kepercayaan terhadap Tuhan,  seharusnya ada satu kepercayaan dan teori yang benar. Tidak mungkin agama dan teori benar semuanya tentang hal ini.

Banyak penganut agama yang percaya kepada agamanya dan berlindung dibalik kata ”Iman/Percaya” dengan mengesampingkan logika. Padahal di dunia ini ada dua kemungkinan/patokan yang harus dipakai untuk membuktikan kebenaran akan suatu hal. Dan kita temui dalam kehidupan sehari-hari bahwa logika dan keyakinan adalah mutlak untuk menentukan suatu kebenaran.

Kita disini akan membahas logika untuk menentukan kebenaran teori tentang Tuhan, karena kalau patokan yang kita pakai adalah keimanan pastinya tidak akan ditemukan kebenaran itu.

Islam yakin dengan teori Tuhannya, kristen pun begitu, hindu keukeuh, budha juga pantang mundur. Logika adalah jalan keluar dari semua tolak ukur tentang agama manakah yang tepat akan teori tentang Tuhan.

Untuk menentukan wujud/jasad Tuhan kita gunakan logika yang ada di dunia ini. Dalam kehidupan sehari-hari anda akan menemukan logika yang bersifat ke arah sana. Untuk berlogika, kita gunakan metode tanya-jawab.

A. Apakah sama antara pencipta dengan yang diciptakan.
Bill gate pencipta microsoft, apakah Bill Gate sama dengan Microsoft? Logika akan mengatakan, tidak! Thomas Alfa Edison pencipta listrik, apakah dia sama dengan listrik? Logika akan mengatakan, tidak!
Pematung membuat patung, apakah pematung sama dengan patung? Logika akan mengatakan, tidak! Ada yang memaksakan, dengan mengatakan pematung mirip dengan patungnya. Maka dengan Logika akan dikatakan bahwa Tuhan pencipta tidak akan sama dengan ciptaannya!

B. Apakah wujud Tuhan sama dengan manusia, binatang, benda langit, matahari, dll?
Sebenarnya jawaban ada di point A, tapi kita tekankan untuk mendapatkan jawaban yang lebih memuaskan.
Andai Tuhan berwujud manusia. Logika akan mengatakan, mana Tuhan mana manusia karena dua-duanya sama? Logika akan mengatakan tidak mungkin Tuhan sama dengan manusia.
Andai Tuhan berwujud binatang. Logika akan mengatakan, mengapa Tuhan kita binatang yang tidak bisa berpikir, wujudnya lebih jelek daripada manusia, dan berbagai pertanyaan lainnya yang melecehkan?
Logika mengatakan Tuhan tidak sama wujudnya dengan manusia, binatang, matahari dan makhluk yang ada di seluruh alam raya ini.
Manusia mempunyai sifat kasih sayang, mencintai, menciptakan sesuatu”. Lalu, anda yang masih penasaran akan bertanya, Tuhan penyayang manusia juga penyayang, berarti Tuhan dan manusia bisa sama. Sekilas logika ini benar adanya, namun logika yang benar akan menjawab. Manusia hanya diberi, tidak memiliki. Manusia bisa mengasihi, karena diberi rasa kasih sayang. Seandainya tidak diberi kasih sayang oleh Tuhan, peradaban manusia tidak akan ada, karena manusia saling menumpahkan darah.
Ah, saya tidak percaya dengan teori tadi. Sah-sah saja, namun akan kita logikakan untuk menentukan jawaban yang lebih tepat. Manusia tampan, apakah dia yang mempunyai ketampanan? Kalau dia yang mempunyai ketampanan, kenapa dia biarkan kulit mukanya layu ketika dia sudah tua??
Logika ini saja sudah cukup menjawab pertanyaan bahwa manusia hanya diberi kekuatan, kasih sayang dari Tuhannya. Sedangkan yang mempunyai semua hal tersebut adalah Tuhan semesta alam. Jadi logika mengatakan Tuhan tidak sama dengan makhluk dalam sifatnya.

C. Kebodohan persepsi tentang Tuhan.
Logika mengatakan tidak mungkin Tuhan kalah oleh ciptaannya. Jika seandainya didalam suatu agama mengatakan bahwa Tuhan kalah oleh ciptaannya, maka itu adalah hal terbodoh yang ada di dunia ini, mengalahkan pemikiran dan logika orang-orang idiot!
Di dunia ini akan anda temui seorang presiden, seorang raja, seorang pemimpin untuk negaranya, kerajaannya dan lingkungannya. Tidak akan anda temui 2,3 atau banyak presiden dalam satu negara, banyak raja dalam satu kerajaan!Ini manusia yang hanya ciptaan, apalagi dengan Tuhan yang menciptakan.

Kita logikakan ruang untuk Tuhan.
-1 Alam dunia yang kita kenal
Logika akan mengatakan tidak mungkin ada lebih dari satu Tuhan. Jika ada, maka hal itu menyimpang dari logika. Manusia saja secara sadar hanya memilih 1 raja atau 1 presiden karena tidak mungkin ada 2 presiden atau 2 raja.
Apalagi dengan Tuhan, pastinya tidak mungkin ada banyak Tuhan, apalagi Tuhan begitu sangat kuasa dan sanggup menciptakan! Logika akan mengatakan tidak ada Tuhan didunia ini selain hanya 1 Tuhan!!

-2 Banyak Tuhan dengan ruangnya masing-masing.
Karena ketidak mungkinan ada 1 Tuhan dalam dunia ini, lalu kita berandai-andai. Misal, ketika ada dua Tuhan, Tuhan A dan Tuhan B. Masing-masing Tuhan ini mempunyai alam A dan Alam B satu dengan yang lainnya tidak saling mempengaruhi.

Logika inipun tidak masuk akal, karena bukanlah Tuhan jika tidak tahu keberadaan seorang Tuhan lainnya diluar kekuasaannya. Berarti Tuhan, tidak maha mengetahui artinya Tuhan mempunyai kekurangan. Logika akan mengatakan, Tuhan tidak mungkin mempunyai kekurangan.

Jika Anda masih keukeuh dengan point 2. Begini, jika itu benar adanya. Tetap saja, kita hanya mengakui satu Tuhan di alam semesta ini, tidak mengakui Tuhan di alam sana [di alam B, misalnya]. Dan secara logika kita tidak akan tahu keberadaan Tuhan selain Tuhan kita di alam ini karena keterbatasan kita. Maka logika akan mengatakan hanya ada satu Tuhan di alam semesta ini!!

3 responses to “LOGIKA KETUHANAN

  1. PERTAMAX

    salam kenal!
    Logikanya Bagus, mudah ditangkap, namun bagaimana dengan pertanyaan pertanyaan seputar filsafat,seperti, apakah Tuhan bisa menciptakan batu yang sangat berat sehingga ia sendiri tak mampu mengangkatnya?

    • “Apakah Tuhan bisa menciptakan batu yang sangat berat sehingga ia sendiri tak mampu mengangkatnya?”
      Pertanyaan ini adalah suatu kebodohan. Ibarat bertanya “Apakah anda bisa melakukan sesuatu yang anda tidak bisa melakukan sesuatu?”
      Disini ada kata bisa dan ada kata tidak bisa. Adalah bodoh yang melakukan pertanyaan seperti ini, karena jawabannya tidak akan ada. Diibaratkan proses tanpa output, atau bahasa komputernya adalah Hang. Proses disitu-situ saja, tidak ada jalan keluarnya.
      Pertanyaan tadi hanya bisa dialamatkan kepada manusia atau makhluk. Karena manusia mempunyai kekurangan. Tapi pertanyaan tadi tak bisa dialamatkan kepada Tuhan. Karena Tuhan tidak mempunyai kekurangan.

      Dan pertanyaan filsapat tadi sebenarnya melenceng dari logika.
      Diibaratkan begini. Ada pertanyaan yang dialamatkan kepada dua hal yaitu logika dan filsapat.
      Bisa ga warna kain putih itu berwarna putih walau dicat sama warna merah??
      Logika akan mengatakan pasti tidak.
      Filsapat akan mengatakan bisa saja, tanpa dia sendiri mampu menjawabnya bagaimana hal itu bisa terjadi.

      Kesempurnaan adalah sesuatu yang tidak merusak kesempurnaan itu sendiri. Tuhan sempurna, tidak mungkin Tuhan ditanya untuk ketidaksempurnaannya.

      Filsapat itu hanya memusingkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu dipusingkan. Seperti memikirkan tentang keadaan Tuhan yang tidak terbatas padahal otak itu berpikir terbatas. Jadi sesuatu yang terbatas tidak bisa memikirkan sesuatu yang Maha Tidak Terbatas.

  2. saya stuju, tapi mungkin filsafat dapat membuat orang untuk lebih mengenal Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s