Apakah agama anda sudah benar??

Saya terlahir beragama. Agama saya Islam, Kristen, Hindu, Budha, Yahudi, dll. Saya berkeyakinan agama saya benar. Dan ada yang mengatakan semua agama itu baik, tentunya membuat saya yakin bahwa agama ini adalah pilihan saya yang terbaik.

Namun saya bertanya-tanya:

1. Apakah Semua agama benar?

Jika semua agama benar, kenapa semuanya berbeda-beda baik Tuhannya, Nabinya, Kitabnya serta ajarannya. Hingga akhirnya saya berpikir tidak semua agama itu benar. Diantara yang dianggap benar pastilah ada satu agama yang benar, benar dari Tuhan dan benar secara logika.

2. Jika semua agama benar, kenapa ada bermacam-macam nama agama?

Secara logika, jika semua agama benar maka akan hanya ada satu agama. Kalau Islam ya islam, kalau kristen ya kristen dst, karena buat apa ada bermacam-macam nama agama kalau semuanya sama alias itu-itu juga.

Kecuali, jika hanya masalah nama saja. Misalnya Islam itu di arab, di barat dikatakan Peace atau di Indonesia disebut Selamat. Hal ini tidaklah esensi karena isinya adalah yang utama.

Ibarat kata Tuhan, Tuhan itu digunakan di Indonesia, di Arab Allah, dibarat God dst. Tapi hal yang dimaksud sama saja tidak sampai beda arti.

3. Lalu bagaimana menentukan agama yang benar?

Agama adalah masalah keyakinan dan logika. Jadi dua hal tersebut yang harus kita gunakan sebagai patokan untuk mencari agama yang paling benar [agama yang berasal dari Tuhan, bukan ciptaan manusia].

Agama yang benar adalah agama yang masuk akal. Kalau bicara logika berarti sesuatu hal yang masuk akal dan bisa dicerna. Dibawah sini kita akan melogikakan tentang Ketuhanan, Ajaran, Kitab Suci.

A. Logika Ketuhanan.

Agama mengakui tuhan. Oleh karena itu maka logika ketuhanan agama tersebut harus masuk akal.

Islam.

* Tuhan itu esa. Tiada Tuhan selain Allah. Logika ketuhanan tersebut masuk akal.

Kristen.

* Tuhan itu trinitas [tiga menjadi satu, satu menjadi tiga]

Logika akan mengatakan tidak mungkin. Karena 1 adalah 1 tidak ada 3=1 dan 1=3. 

Secara matematika:

Jika 1 dibagi 3, tidak akan pernah ditemukan jumlahnya yang pasti, yang ada hanyalah hasil pembulatan. 1 dibagi 3 adalah 0,333….hingga tak terhingga. Jadi tidak mungkin 1 jadi 3 dan 3 jadi 1. Sebagai perbandingan, kita bagi angka 1 dengan 4, maka akan di dapat 1 / 4 = 0.25 dan 0.25+0.25+0.25+0.25 = 1 hasilnya bulat tidak ada sisa. Tetapi 0.33..+0.33..+0.33 = 1 [tidak bulat hasilnya, hanya dibulatkan).

Maka secara agama kristen. Jika 1 =Tuhan dibagi sebagai Yesus, Bapa dan Roh Kudus maka akan ada 1/3[yesus], 1/3[bapa], 1/3[roh kudus] lalu sisanya siapa??

1/3 Yesus tidak sama dengan 1[tuhan]. karena 1/3 tidak sama dengan 1 maka 1/3[yesus] bukan tuhan begitu juga dengan bapa dan roh kudus.

Islam secara jelas dan gamblang, tidak berbelit-belit dan masuk akal serta mudah dicerna mengatakan Tuhan itu 1 [tidak ada embel-embel atau diurai].

Jadi secara logika nalar tidak mungkin trinitas itu dan secara logika matematika pun hasilnya tidak bulat 1.

Logika agama lain tidak kita bahas, karena pada intinya bisa diukur dengan logika Islam dan Kristen.

B. Logika kitab suci.

Oke sekarang ada beberapa agama yang logika ketuhanannya masuk akal. lalu agama mana yang paling benar?

Untuk menjawab hal ini, kita melangkah ke logika kitab suci. Karena secara umum, agama mempunyai kitab suci. Jika ada ajaran agama yang tidak mempunyai kitab suci maka dipastikan itu bukan agama, bisa jadi hanyalah adat istiadat, norma-norma kehidupan atau pilosofi.

Tentunya yang namanya kitab suci adalah suatu kitab yang berisi panduan dari Tuhan dalam menjalankan agama, ibadah dan panduan dalam menjalani kehidupan. Dikatakan suci karena kitab tersebut tidak memuat hal-hal yang buruk, cacat, pornografi dan tidak ada campur tangan manusia dalam isinya [kecuali dalam pencatatan].

Ada yang mengatakan bahwa kitab suci itu buatan manusia. Betul, secara cetakan, penulisan atau penerbitan. Namun Salah secara isi, harusnya kitab suci adalah firman, perintah, aturan, dogma dari Tuhan yang dibukukan oleh manusia.

Contoh:

Ilmu matematika. Asalnya dari Tuhan. Diajarkan kepada manusia baik oleh Nabi atau lewat manusia biasa. Ketika manusia memperoleh ilmu ini yang berasal dari Tuhan maka dibukukan oleh manusia.

Apakah buku matematika itu hasil kreasi manusia? betul. Apakah isinya[ ilmu matematika] ciptaan manusia? Bukan, Tuhanlah yang mengajarkan. Pun begitu dengan kitab suci. Isinya adalah dari Tuhan, sedangkan pembukuannya oleh manusia.

Lalu apakah kitab suci dan buku matematika adalah sama?

Betul, bahwa masing-masing isinya adalah dari Tuhan. Namun konteksnya berbeda. Kitab suci seharusnya tidak salah, tidak ada perbedaan/pertentangan. Karena isinya langsung dibimbing oleh Tuhan.

Buku matematika, isinya fluktuatip dan berbeda-beda baik level, tempat, daerah, lembaga. Maka kitab suci tidak boleh seperti itu. Kitab suci harus universal dan sama isinya [maksud dan tujuan] baik di tiap tempat, daerah ataupun negara. Jika berbeda-beda isinya [bukan bahasanya] berarti sudah ada penambahan atau pengurangan.

Dan isinya harus mencakup seluruh aspek kehidupan yaitu dunia dan akhirat [alam sesudah mati]. Jika hanya mencakup satu aspek saja apa bedanya dengan buku matematika yang berguna di dunia saja.

Jangan lupa pula, di dalam kitab suci tidak boleh ada pertentangan baik antara satu ayat dengan ayat lainnya.

Contoh: 1 ayat mengatakan bahwa babi itu haram namun di ayat lain dikatakan bahwa babi itu halal. Atau di negara indonesia kitab sucinya mengatakan bahwa babi itu halal tapi di kitab suci amerika mengatakan haram.

Jika hal ini terjadi, ada beberapa kemungkinan:

a. Kitab suci itu bukan kitab suci. Hanya diakui sebagai kitab suci oleh agama.

b. Kitab tersebut sudah dirubah, ditambah atau dikurangi.

C. Ajaran Satu Dari Awal.

Pertama kali manusia diturunkan ke bumi pastinya diberi agama oleh Tuhan, karena jika tidak diberi agama pastinya akan banyak terjadi kekacauan, tumpah darah dan hukum rimba.

Anggap ajaran yang pertama kali namanya “Agama A” dan diajarkan kepada “Nabi A”. Secara logika, ketika jumlah manusia semakin bertambah dan mulai berpencar ke seluruh dunia maka seharusnya Agama A lah yang harus dipakai, baik oleh tiap-tiap generasi ataupun tiap negara dan suku bangsa.

Kita dapati sekarang berbagai macam ajaran agama, padahal agama yang benar dan seharunya terjadi adalah umat manusia memeluk Agama A yang pertama kali diturunkan oleh Tuhan.

Maka secara logika, tidak semua agama di dunia ini adalah benar. Hanya satu agama yang benar. Jika ada satu agama yang benar, berarti agama yang lain tidak benar atau hanyalah buatan manusia saja.

D. Kesempurnaan Ajaran.

Agama yang sempurna adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan, dan dapat dibagi dalam dua kriteria:

– Hubungan dengan Tuhan

– Hubungan dengan Manusia. [pribadi, masyarakat/sosial, hukum, pengatahuan dan negara].

Kesimpulan dari semua adalah poin-poin di atas tadilah yang menjadi dasar dari benar atau tidaknya agama anda. Cobalah bandingkan agama anda dengan agama yang lain.

* Sudah sempurnakah ajaran agama anda?

* Masuk akalkah logika ketuhanannya, logika ajarannya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s