Oknum Polisi

Mau berkomentar mengenai oknum polisi aaaah. Abis tadi pagi liat banyak polisi di jalan. Ada yang lagi nungguin di atas jembatan, ada yang lagi nungguin selepas belokan. Yang di jembatan, lagi nungguin motor-motor yang memaksa melewati verbodeen ke atas jembatan, sedangkan yang selepas belokan lagi nungguin motor yang melawan arah.

Jadi inget waktu aku berurusan ama om Pulisi dulu. Ketika beberapa hari menjelang lebaran. Aku mudik. Berangkat dari Tangerang malem-malem. Bareng-bareng ama temen yang mo mudik searah dengan kota kelahiranku.

Singkat cerita kami memasuki kota Bandung. Pas masuk Cimahi, dibelokan yang ke arah Soekarno Hatta, ada plang yang nunjukin arah Tasik, kami belok mengikut petunjuk. Waktu itu kira-kira jam 3 pagi. Keadaan jalan gelap gulita. Kami mengambil jalur kiri seperti biasanya peraturan lalulintas di Indonesia.

Namun,…. Di kegelapan kami distop Om pulisi!!! Luar biasa. Om Pulisi kayak penjahat aja, nyetop orang dikegelapan. Katanya kami salah jalur, nah ini ini lebih luar biasa lagi. Masa orang ngambil jalur kiri dibilang salah jalur… oladalah… sejak kapan hukum lalulintas ini berubah Om??

Kalau menurut aku yang sedikit waras, seharusnya jika memang jalur kiri dilarang masuk [dengan alasan tertentu], harusnya Om pulisi ini nongkrong di ujung jalan tersebut dan ngatur agak pemudik tidak mengambil jalur kiri. Nah karena dia tidak melakukan hal itu berarti ada apa yah?? Udah bisa ditebakkan!! Duit.

Aku melakukan perlawanan dengan berdebat, karena merasa tidak bersalah. Tapi Om Pulisi ini tetep kekeuh dan menakut-nakuti dengan mengeluarkan buku tilang. Sebenernya aku sih tidak takut ditilang, namun terlintas dipikiran “repot kalo sidang di Bandung, sedang aku kan tinggal di Tangerang dan jika disidang pun pasti kalah”.

Pengalaman waktu ditilang dan harus menghadiri sidang, ujung-ujungnya adalah harus mengeluarkan duit. Bahkan aku tidak diberi kesempatan untuk melawan di sidang pengadilan, karena sidangnya tidak ada!!! Di surat tilang, tertera bahwa saya mesti datang jam 9, namun ketika datang tepat waktu, katanya sidang sudah selesai!! Jadi hanya formalitas saja kata “sidang” itu.

Akhirnya karena menyadari bahwa Om pulisi ini pengen duit, aku keluarin duit dan langsung kasih ke Om pulisi. Aku merasa tidak menyogok!! Karena aku merasa tidak salah. Cuman, seperti kita tahu, kalo ngelawan Om pulisi panjang urusannya kalo di negeri ini walau kita benar. Dan belum tentu semuanya happy ending, tetep aja kita yang rugi. Jadi sudahlah, yang waras ngalah.

Setelah duit diterima dengan senang hati sama Om pulisi. Langsung aku cabut tanpa basa-basi. Dan om pulisi pun melepasku dengan ikhlas disertai lambaian tangan. Semoga selamat sampe ditujuan katanya…..haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s