Ada yang Jual Otak Ga? Albert Einstein Mau Beli Tuh

Oleh : Bayu Segara

Kenalkan temen ane namanya Albert Einstein, dia itu orang jenius yang menemukan teori relativitas, kalo ente tidak tahu. Kalau ente sudah tau, pasti ada yang ente tidak tahu dan tidak akan percaya kalauternyata si Albert Einstein itu adalah temen deket ane.

Dia adalah temen ane maen klereng waktu di kampung. Dia kebetulan anak orang bule, bapaknya seorang diplomat. Pasti ente tambah ga percaya tentang cerita ini. Kok seorang diplomat tinggalnya di kampung.

Ya udah kalo ga percaya, sini ane jelasin. Bapaknya si Albert Einstein, ngga mau otak anaknya berisi penuh polusi, pewarna dan pengawet makanan. Takut perkembangan otak anaknya jadi terhambat. Makanya dia ngirim anaknya ke kampung, karena di kampung masih banyak makanan yang alami. Percaya kan sekarang mah??

Hari ini dia nulis ngirim email kepada ane mengenai permasalahannya. Dan mewanti-wanti kepada ane untuk memenuhi permintaannya. Supaya semangat hidupnya pulih kembali katanya.

Ya sebagai teman baik, ane pun mencoba memenuhinya. Walau dalam hati ragu, apa mungkin permintaan dalam emailnya itu bisa dipenuhi. Karena ini menyangkut organ tubuh manusia.

Apa sih yang dia minta? Ternyata yang diminta adalah otak!! Pembaca ente percaya ngga, karena pas ane baca paragrap dari tuh email, ane pun ngga percaya. Siapa yang mau ngasih otak yang cuman sebiji-bijinya ini, kalau ginjal sih mungkin aja karena ada dua biji, lah ini otak…

Tapi setelah membaca emailnya sampai tuntas, baru ane percaya kalau dia emang bener-bener minta barang tersebut. Akhirnya ane pun memberanikan menceritakan email yang dia kirimkan kepada pembaca sekalian disini kali aja ada yang berminat.

Isi emailnya sebagai berikut.
——-
Dear Om Bayu Yang Keren, Tampan dan Baik Hati.
Om Malam itu ane setelah mengutak-ngatik rumus teori relativitas, tiba-tiba otak ane ngeheng. Ane tidak bisa mikir apapun, untuk beberapa lamanya. Hingga akhirnya ane ketiduran.

Ketika bangun tidur, otak ane pusing dan berat rasanya. Ane merasa ada yang salah dengan otak ini. Lalu mikirin kira-kira apa penyebabnya. Apa pernah kebentur gituh ato apa pernah mabok minuman keras hingga mempengaruhi otak.

Ane mikir lama. Dan setelah dipikir-pikir ternyata ane ga ngalamin hal tersebut sebelumnya. Kesimpulan saat itu adalah Otak ane ada yang salah, harus diperiksa.

Kebetulan, sebelum ane nemuin teori relativitas, udah bikin alat untuk mengukur kapasitas otak dan alat tersebut belum pernah diujicoba. Dengan kejadian ini, ane ada jalan untuk mengetes alat tersebut berfungsi atau tidaknya. Singkat kata ane coba tuh alat dan hasilnya adalah “Otak anda sudah hampir mencapai limit, silahkan di upgrade”.
Betapa syoknya ane saat itu Om, otak bagi ane adalah mainan kesayangan. Selain itu otak bagi ane curahan cinta, pokoknya otak bagi ane tiada taranya di dunia ini. Makanya ketika ada peringatan tersebut, ane jadi bingung. Kebingungan ini berlarut-larut dan ane tidak menemukan jawabannya saat itu. Mungkin karena otak ane kapasitasnya menjadi kecil, hingga ane susah mencari jalan keluar dari masalah tersebut.

Hingga suatu hari ane nonton tipi, dan liat berita tentang orang-orang Indonesia. Ane yang biasanya tidak suka nonton tipi akhirnya penasaran. Kali aja ini adalah jalan bagi ane untuk mecahin masalah ane saat ini. Dan ternyata setelah ane pelototin tuh acara, akhirnya ane berkesimpulan. Bahwa orang-orang di negeri ente adalah sumber obat bagi penyakit ane.

Orang ente kan banyak yang korupsi, gak peduli di level kecil atau di level besar. Nah bukannya orang-orang yang suka korupsi ini adalah orang-orang yang tidak suka menggunakan otaknya?

Terus negara ente kan kaya, mau minyak, mau emas, mau laut atau mau apa aja di negeri ente. Tapi kok sampe sekarang rakyatnya miskin-miskin. Berarti pemerintah ente dan rakyatnya jarang menggunakan otaknya.

Ane liat ada berita perkelahian antar kampung, anak sekolah atau mahasiswa. Dimana mereka berkelahi dengan bangsa sendiri. Dan yang lebih getir adalah karena hanya masalah sepele saja. Wow, kok bisa, otak mereka ada dimana, kenapa ngga digunain?

Nah ane pun berpikir, kan sayang tuh otak. Daripada tidak dipake dan dianggurin, mending saya beli. Itung-itung amal juga, daripada mubazir. Bener ngga?

Kenapa ane minta otak dari negeri ente? Karena kalo ane impor dari Israel atau Jepang, selain mahal pastinya kualitasnya tidak sebaik kualitas otak orang Indonesia. Karena otak orang Israel dan Jepang pastinya sudah banyak dipake. Sedangkan otak orang Indonesia pastinya punya kualitas yang bagus dan fresh karena jarang dipake.
Jadi tolong yang om, kirimin ane otak orang Indonesia. Biar penyakit ane ini sembuh”

Salam dari temenmu.
Albert Einstein
——
Nah Pembaca, adakah diantara anda yang berminat untuk menjual otaknya, daripada sayang dianggurin???? Kalo ada silahkan hubungi saya. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s