Nak, Kamu Telah Menjatuhkan Harga diri Mama

Oleh : Bayu Segara

“Mamah tahu nak, kamu ingin dibelikan HP, namun jangan kamu jatuhkan harga diri mamah begitu. Tidak tahukah kamu, mamahmu ini dikantor ditakuti dan disegani. Karena selain sebagai manajer, mamah ini juga adalah atasan yang galak. Hal itu mama lakukan, agar anak buah mamah tidak mengusik harga diri mamah. Sekarang kamu sudah menjatuhkan harga diri mamah. Dengan membandingkan mama teman kamu dengan mamah. Seakan mamah adalah mamah yang paling jahat di dunia ini. Cuman kamu yang bisa begitu nak.”

*****

“Mah, belikan aku HP yah”, ucapmu malam itu.

“Nggak. Mama tidak akan membelikanmu HP”, ucapku tegas.

“Ayo dong mah, temenku punya, masa aku ngga”, kamu merajuk.

“Kalo mamah, bilang nggak. Ya nggak. Sudah tidur sana, mamah pusing. Gak tahu kalo mama baru pulang kerja, capek tahu. Kamu enak di rumah, mama banting tulang. Buat biayain kamu sekolah”

“Tapi mah…”

“Gak ada tapi-tapian. Kamu gak denger perkataan mamah”, bentakku sambil melotot.

Sambil menunduk ketakutan, kamu pergi meninggalkanku. Meninggalkan segores rasa penyesalan di hati mama.

Dan esoknya, ketika mamahmu baru pulang kerja. Kamu datang mendekat. Merangkul dan bergelayut di tangan mamah.

“Mah, capek yah”, ucapmu tulus.

“Iyah”, jawabku pendek.

“Aku pijitin yah, Mah..”

“Ya udah”

Tangan kecilmu memijat tanganku. Walau terasa seperti sentuhan saja. Namun mamah tidak protes. Karena mamah tahu, bahwa kamu ingin menunjukkan kasih sayang.

“Mah…”

“Yah, ada apa sayang?”

“Temenku punya gambar bagus loh di HPnya”

“Oh yah?”, aku pura-pura tidak tahu maksudmu.

“Iyah Mah. Katanya, gambar itu dia yang motret sendiri loh”, jawabmu semangat.

“Lalu ?”

“Gak apa-apa sih mah. Cuman katanya HP itu pemberian mamanya. Mama dia baek yah, Mah”, ucapmu menohokku.

“Ya udah, mama belikan kamu HP. Biar kamu bisa seperti temenmu itu”, ucapku.

Mamah tahu nak, kamu ingin dibelikan HP, namun jangan kamu jatuhkan harga diri mamah begitu. Tidak tahukah kamu, mamahmu ini dikantor ditakuti dan disegani. Karena selain sebagai manajer, mamah ini juga adalah atasan yang galak. Hal itu mama lakukan, agar anak buah mamah tidak mengusik harga diri mamah. Sekarang kamu sudah menjatuhkan harga diri mamah. Dengan membandingkan mama teman kamu dengan mamah. Seakan mamah adalah mamah yang paling jahat di dunia ini. Cuman kamu yang bisa begitu nak.

“Bener mah?” tanyamu. Matamu berbinar-binar walau menyiratkan keraguan.

“Bener”

“Mamah, adalah mama yang paling baek di dunia deh”, ucapmu. Sambil kau cium pipiku, mencairkan kebekuan wajah mamah.

“Iyah. Besok minggu kita ke toko HP”, ucap mamah meyakinkanmu.

“Cihuy”. Sambil bernyanyi, kamu berlari ke luar. Mamah tahu kamu pergi ke luar untuk menemui temenmu. Dan bakal cerita kalau mamamu akan membelikan HP. Dan mama juga tahu, kamu akan memuji mama setinggi langit di depan teman-teman kamu.

Nak, sikapmu mengingatkan mamah sama kakekmu. Beliau sama keras dan galaknya seperti mamah. Namun segala kekerasan dan kegalakan kakekmu akan luruh oleh tangisan mamah.

Apa mama kena hukum karma, nak?

2 responses to “Nak, Kamu Telah Menjatuhkan Harga diri Mama

  1. gk jlas ama ckaleeee…………!!!
    pol bnget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s