Lebaran Bukan Milik Orang Islam

Ditulis oleh : Bayu Segara

Konsep islam adalah rahmatan lil alamin yang berarti rahmat atau berkah untuk semesta alam. Untuk menunjang konsep ini, islam mempunyai aturan-aturan dan ide-ide hebat yang pernah ada di dunia.

Sholat. Ini aturan paling utama yang diusung oleh islam. Tujuan dari sholat adalah mencegah kejahatan dari pemeluknya terhadap saudara seagama dan orang lain yang bukan pemeluk islam. Tidak dikatakan dia seorang yang beiriman jika segala perbuatannya membuat tetangga dan orang lain merasa terganggu bahkan tersakiti.

Sholat selain untuk mencegah kejahatan juga untuk mempererat tali silaturahmi. Dalam konsep modern dikatakan networking yang jika diterjemahkan dalam bahasa biasa adalah jaringan, koneksi, kumpulan atau kebersamaan.

Puasa. Begitu juga dengan tujuan dari sholat, puasa juga untuk mencegah kejahatan pada intinya. Namun kebanyakan umat muslim memandangnya sebagai rasa solidaritas untuk saudara-saudaranya yang kekurangan secara materi. Padahal kalau kita amati dalam kenyataan hidup sehari-hari orang miskinpun berpuasa. Jika orang miskinpun berpuasa, sebenarnya kita sedang bersolidaritas untuk siapa?

Berangkat dari hal ini kita mesti lebih memahami paradigma berpuasa itu apa secara hakikinya. Jika dikatakan untuk merasakan kelaparan seperti orang miskin kenapa hanya di dalam bulan puasa saja kita melakukannya? Seharusnya kita ikut prihatin dan merasakan penderitaan mereka juga pada bulan-bulan lainnya.

Puasa adalah suatu pembelajaran bagi kita untuk mencegah hawa nafsu dunia. Ini dapat dilihat dari momen buka puasa setelah seharian kita menahan haus dan lapar. Ketika tiba saatnya berbuka, ternyata hanya dengan secangkir air dingin atau kolak hangat perut kita kekenyangan. Padahal sebelumnya, melihat semua makanan, ingin rasanya menghabiskan semua itu. Begitu juga dengan dunia yang ada di hadapan kita. Walau begitu besar rasa haus kita akan dunia namun ketika kita meraihnya hanya sedikit yang kita perlukan.

Rumah besar, mobil mentereng, uang banyak adalah dambaan kita dalam hidup. Namun coba kita lihat, rumah mewah kita dengan kamar yang banyak apakah semua kamar itu kita tempati? Ternyata kebanyakan dari kita hanya nyaman dengan satu kamar. Begitu juga dengan mobil yang berderet di garasi, hanya satu mobillah yang kita pakai untuk satu kali perjalanan. Dan contoh-contoh barang lainnya. Lalu konsep apa sejatinya puasa itu? Yaitu kebersamaan juga. Anda sejahtera lingkungan andapun sejahtera.

Zakat. Apalagi yang satu ini, konsep kebersamaannya kelihatan jelas. Yang kaya menyantuni yang miskin, yang miskin membantu yang kaya membersihkan hartanya dari yang bukan haknya. Sebuah sinergi.

Lebaran ini atau lebaran-lebaran lainnya adalah suatu contoh nyata bahwa kita belum islam. Kita masih mengedepankan ego masing-masing. Semua merasa benar dengan ilmu dan keyakinan masing-masing. Organisasi ini lebaran hari anu sedangkan organisi itu lebaran hari lain. Apakah ini sebuah konsep kebersamaan?

Adalah sebuah perkataan tentang berbeda itu rahmat. Tidak, saudara-saudara konsep ini bukan untuk hal yang ini. Terlalu dangkal kalau kita menyangkutkan perbedaan lebaran dengan perkataan itu. Lebaran harus sama harinya, tak perduli anda dari organisasi mana. Karena islam bukanlah organisasi. Islam adalah universal. Sebuah kebersamaan.
Jika sekarang kita berbeda-beda dalam merayakan lebaran maka pada dasarnya kita sedang mencabik-cabik konsep islam itu sendiri. Suatu hal yang lucu juga ironis ketika kita mengaku muslim tapi kita sedang mencampakkan keislaman kita sendiri.

Oleh karena itu mari kita duduk bersama dalam satu majlis. Anda yang dari organisasi anu dan kami dari organisasi lainnya menetapkan hari lebaran itu dengan kata mufakat. Jangan membuat rakyat atau umat kebingungan.

Jadikanlah lebaran ini menarik karena kebersamaan umat islam yang mengagumkan bukannya menarik dikarenakan perbedaan perayaan yang tiap tahun berulang-ulang tanpa ada perbaikan.

Sesungguhnya Lebaran bukanlah milik orang islam. Lebaran adalah milik semesta alam. Namun yang terjadi sekarang lebaran adalah milik orang islam. Oleh karena itu mari kita rubah bersama-sama agar lebaran adalah milik semesta alam. Sehingga islam rahmatan lilalamin itu terpenuhi adanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s