Ternyata Setan Cantik Suka Sama Cowok Alim

Ditulis oleh Bayu Segara

Ada seorang setan wanita, sebut saja namanya sakor. Ia sangat cantik dan langsing. Wajah mulus, kulit putih dan halus, bibir meraaah banget, baju bagus-bagus dan dandanannya menawan hati. Makanya ia banyak disukai oleh setan-setan pria. Tak sedikit sms yang masuk ke handphonenya atau permintaan pertemanan di facebook yang membludak karena sangat memikat hati kecantikannya.

Namun dari sekian banyak setan pria yang mendekatinya tak sedikitpun ia tertarik.
Hal ini tentu membuat penasaran penulis untuk menyelidikinya. Penulispun mengirim sms untuk minta wawancara. Dan nasib baik berpihak kepada penulis, ia mau menyediakan waktu untuk hal itu. Kita sepakat untuk mengadakan pertemuan disebuah kuburan tua di tengah hutan, tempat yang ia sering dibilang oleh manusia menjadi penunggu kuburan itu.

Tiba dihari pertemuan, penulis degdegan dan sedikit gugup. Biar bagaimanapun penulis adalah lelaki normal, jadi jika lihat yang cantik-cantik, terus terang… pengeeeen.

Celana jeans dan sepatu kets tinggi dipadu dengan kaos serta jas item yang pas di badan membuat penulis tambah ganteng apalagi baru cukur rambut, pastinya yang cantik bakal kesemsem. Memang penulis ini pede abisss hahaha.

Tiba di kuburan, ow ow ow, gak salah emang, dia bener-bener cantik. Saat itu perasaan lumayan grogi. Namun gengsi dong disamain sama cewek yang histeris sambil nangis-nangis dengan tangan melambai-lambai mencoba meraih ketika lihat Ariel Noah, saya pura-pura biasa saja. Padahal kalo liat Ariel, eke juga pengen megaaang ciin, cucok abis, muna dikitlah hehe.

Tiba di hadapannya, saya tersenyum sambil mengulurkan tangan mengajak salaman.
“Hai, apakabar, sehat kan?” sapa saya.

“Pastinya dunk. Kalo ga sehat, gimana mau godain manusia coba, benerkan?” jawabnya sambil menerima uluran tangan saya. Dingin ternyata, kirain hangat, ilfil jadinya.

“Bener-bener. Kalo ga selalu sehat, mana bisa godain manusia selamanya, hiks hiks. Siap wawancaranya?”

“Siap, mulai darimana nih?” sahut setan itu percaya diri.

“Baiklah. Kita mulai dari wajah, kenapa wajah anda bisa cantik?”

“Wajah saya bisa cantik dikarenakan perawatan dong. Cewek yang selalu saya goda dia senangnya beli produk perawatan kecantikan. Lihat iklan ini atau iklan itu, saya bisikin “beli, bagus tau” padahal di meja riasnya sudah banyak alat kecantikan yang tidak terpakai. Hingga akhirnya ia tergoda untuk membelinya, tau tidak cerita selanjutnya?” tanyanya sambil menatap saya dengan seulas senyum di bibirnya.

“Tidak, gimana tuh cerita selanjutnya?” jawab saya sambil balik bertanya.

“Karena tidak terpakai, maka sayalah yang memakainya. Mubazir dong, kalau ga dipake, udah beli mahal-mahal mending dimanfaatin. Bener nggak?”

“Bener-bener.”

“Apalagi pertanyaan selanjutnya?”

“Mengenai tubuh anda yang langsing, gimana ceritanya?”

“Cewek yang saya goda itu kalau belanja di pasar atau di pusat perbelanjaan senangnya ngiter. Satu toko ke toko yang lain ia singgahi mencari harga yang pas menurut kantongnya. Misal udah beres cari-carinya, tau-tau harga yang pas itu letaknya di tengah-tengah, pasti ia balik lagi. Walau saya bingung, gak pegel gituh kakinya, terpaksa saya ikuti dengan ngedumel. Cukup memakan tenaga bukan, hingga membuat saya berkeringat. Dan yang parahnya kalau makan, dia makannya sedikit, diet ketat katanya. Oleh karena hal tersebut, saya jadi langsing seperti anda lihat saat ini.”

“Wow, menarik juga.”

“Pastinya dong, ada lagi?”

“Ada. Anda ini kan cantik dan langsing, kenapa masih jomblo?”

“Hhh… ini dia masalahnya. Selera saya sama setan cowok yang langsing, tidak pada yang gendut. Namun yang ada sekarang ini, setan cowok banyak yang gendut-gendut hingga membuat saya malas berurusan dengan cowok,” keluhnya sambil menghembuskan nafas seakan ingin melepas beban.

“Loh, emangnya kenapa setan cowok pada gemuk-gemuk?” tanya saya penasaran.

“Begini. Cowok kan jarang tuh belanja-belanja. Mereka biasanya hanya berurusan dengan perut atau urusan di bawahnya, anda pasti tahulah yang bawah perut itu apa, gak usah dijelasin juga pasti udah faham,” selorohnya sambil melihat ke arah celana saya, membuat saya tertawa kecil.
“Urusan dengan penampilan menjadi urutan yang ke berapa gituh. Makanya ketika mereka mendampingi manusia, secara otomatis urusan perut merekalah yang selalu terisi. Kalau urusan perut terisi terus, maka tak heran setan cowok gemuk-gemuk,” lanjutnya.

“Oh, kalau setan cowok yang kurus gimana ceritanya?”

“Nah ini yang suka kasihan sama mereka,” ucap dia dengan wajah menampakkan rasa iba.

“Kenapa memang kasihan?” kejar saya.

“Solidaritas sesama setan dong ah hiks hiks.”

“Wakakak kirain manusia doang yang punya solidaritas.”

“Hush, kalau urusan solidaritas, bangsa kami unggul jauh dong. Kalian disuruh ke masjid untuk sholat berjamaah, yang dateng berapa coba, apalagi kalo sholat subuh, kakek-kakek doaaaaang yang nongol, mana kita takuuuttt. Mereka kalah jumlah. Tapi kalau nonton bola atau konser musik, anjrit saya paling suka sama mereka, bayarpun mereka bela-belain. Tak perduli hujan atau panas, luar biasa sekali semangat mereka.”

“Haha… emang mantab bangsa anda ini bisa menggiring bangsa kami mengikuti kemauan bangsa anda.”

“Itulah, semua terjadi karena solidaritas. Kami ramai-ramai menggoda bangsa anda. Jika satu ide bangsa kami ditolak, maka yang lain membisikkan ide lain. Dari kepala, dada, perut kami hembus-hembuskan godaan kami hingga berhasil.”

“Wew mantab kerjasamanya, terus mengenai setan cowok yang kurus?”

“Oh iyah lupa, kita malah membahas masalah solidaritas. Kalau setan kurus, biasanya dia mendapatkan korbannya manusia yang alim. Si alim ini kalau mau apa-apa selalu ngadu.”

“Ngadu sama siapa?”

“Ya sama Tuhan kitalah.”

“Kita? bukannya tuhan itu untuk manusia saja.”

“Hiks hiks emang yang diciptakan oleh Tuhan situ doang. Kita jugalah, emang brojol sendiri gituh. Malahan kita lebih tahu tentang Tuhan dibanding kalian, karena kami dulu sangat dekat dengan-Nya.”

“Jadi, setan kurus itu jarang dapat makan karena orang alim selalu mengadu kepada Tuhan.”

“Begitulah, mana bisa gemuk coba. Dan kamu pasti tahu, orang alim di dunia ini sedikit jumlahnya. Tentunya hal ini berbanding lurus dengan keberadaan setan kurus. Makanya sampai saat ini saya jomblo terus hiks hiks.” ucapnya sambil nyengir kuda.

“Wew baru tahu saya, begitu toh ceritanya.”

“Yup, ada lagi yang mo ditanyakan?”

“Tidak, cukup sekian saja wawancaranya.”

“Baiklah kalau begitu, saya boleh titip pesan tidak?”

“Apa itu?”

“Kalau pembaca tulisan anda orang alim, bilang sama dia “i love you full”, tapi kalau sebaliknya, bilangin “dasar semprul, bisa-bisa masa jomblo saya tambah panjang tau” hiks hiks hiks.”

“Wek wek wek.. baik-baik nanti saya sampaikan.”

“Makasih yah.”

“Sama-sama.”

Akhirnya kamipun berpisah.
Nah gimana pembaca, anda berada di posisi mana tuh untuk jawaban dari pesan si setan tersebut hiks hiks.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s