Tag Archives: Puisi

Puisi Seorang Penganggur

Oleh : Bayu Segara

Ya Allah….
Pintu mana lagi yang harus kuketuk selain pintuMu
Arah mana lagi yang harus kutuju selain arahMu
Timur, barat, utara, selatan sudah kulewati
Namun tak ada cahaya menghampiriku

Ya Allah…..
Beribu petuah sudah kuresapi
Beribu kabar kuselami
Beribu cara sudah kulalui
Adakah yang kurang dariku

Ya Allah…..
Aku hanya debu
Tak mampu aku
Hanya engkau yang mampu
Kini aku berserah

Ya Allah…..
Kuserahkan ke tanganMu
Yang terbaik bagiku
Namun satu yang harus Kau tahu
Aku hanyalah manusia biasa

————————–

Biar lebih meresapi puisi ini, baca cerita dibalik pembuatannya, dalam Usaha Nomor 1, Hasil Nomor 2. [Kisah Memahami Takdir]

Iklan

Secarik Kertas

Oleh : Bayu Segara

Secarik kertas adalah symbol
Simbol tentang jati diri
Jika kosong ….
Tidak bergunalah ia

Andai lusuh dan hitam
Jatidiri tersebut
Kelam tidak berdaya guna
Penuh keangkeran

Secarik kertas hanyalah sampah.
Yang akan hancur
Bersama air dan api
Seandainya kita tidak menolongnya

Secarik kertas jika berisipun
Belum tentu jati diri
Jika hanya goresan yang menghiasi
Tanpa makna

Jatidiri secarik kertas keluar
Ketika tulisan itu bermakna
“Bay, kamu ditunggu di Surga”
Singkat, namun berarti

Puisi Bagiku Adalah Sampah

Oleh : Bayu Segara

Puisi bagiku adalah
Sampah bagi juragan madura
Semakin banyak datang
Semakin hatiku senang

Puisi bagiku adalah
Kotoran bagi tanaman
Semakin bagus kualitasnya
Semakin sehat otakku

Puisi bagiku adalah
Lautan bagi ikan
Semakin dalam maknanya
Semakin banyak ingin tahuku

Puisi bagiku adalah
Bulan bagi pengembara di kegelapan
Semakin terang
Semakin luas arah langkahku

Puisi bagiku adalah
Hujan bagi kekeringan
Semakin deras
Semakin subur hatiku

Puisi bagiku adalah
cinta bagi dua insan
Semakin lama bertemu
Semakin rindu akannya

Puisi Cinta

Ku tak suka puisi cinta
Hanya karena engkau suka
Maka kubuatkan puisi ini
Untukmu bahagia

Dengarkan..
Aku akan menulis
Tentang puja-puji
Biar kau tersipu

Duhai cinta
Kau menandingi semesta alam
Kau lebih indah dari pelangi
Bahkan kau dipuja setiap hari

Kau layak obat bagi sakit
Kau layak air bagi ikan
Kau layak angin bagi nelayan
Kau layak air bagi pengembara

Jika aku menghinamu
Berbondong-bondong manusia memujimu
Jika aku menyalahkanmu
Berbondong-bondong orang membelamu

Cinta.. bagiku kau makhluk aneh
Tidak tampan.. tidak cantik
Namun lelaki menyukaimu
Wanita mendambakanmu

Cinta.. kau begitu berkuasa
Hingga dunia ke dunia
Mahkotamu selalu bertengger
Kekuasaanmu tak terkira

Cinta kau adalah makhluk
Namun pesonamu melebihi penciptamu
Kau disebut-sebut setiap hari
Penciptamu hanya sedikit yang mengingat

Maafkan puisi ini
Tak indah ditelingamu
Namun harus kau sadar
Kau hanyalah ciptaan

Kehilangan

Mengapa kamu menangis
Ketika sesuatu yang kamu cintai meninggalkanmu
Padahal ciptaan itu pasti mati
Pergi atau tidak pernah kembali

Saat ini ada udara yang kau hirup
Entah esok hari
Kalau bukan kau pemilik udara
Kenapa besok kau menyesal jika tidak menemukannya

Dunia penuh fatamorgana
Kita harus berusaha
Menentukan langkah kita
Jangan sampai tersandung

Jika jatuhpun kita harus berusaha
Lagi dan terus berusaha
Sampai Langkah kita lurus kembali
Walau akhirnya kita akan hilang juga

Jadi kenapa kita tidak cari saja Dia
Rindukan Wajahnya
Sukai apa yang dia suka
Cintai apa yang dia cintai

Karena kita akan bertemu dengannya
Jangan biarkan kelakuan kita memalingkannya
Biarlah dia suka dengan kita
Karena Cinta yang abadi ada padanya