Monthly Archives: Desember 2008

LOGIKA KETUHANAN

Bicara tentang Tuhan, banyak persepsi dan teori. Hanya akan ditemukan persamaan bahwa Dia lah yang telah menciptakan semesta beserta isinya [bagi yang percaya Tuhan].

Dari berbagai teori dan kepercayaan terhadap Tuhan,  seharusnya ada satu kepercayaan dan teori yang benar. Tidak mungkin agama dan teori benar semuanya tentang hal ini.

Banyak penganut agama yang percaya kepada agamanya dan berlindung dibalik kata ”Iman/Percaya” dengan mengesampingkan logika. Padahal di dunia ini ada dua kemungkinan/patokan yang harus dipakai untuk membuktikan kebenaran akan suatu hal. Dan kita temui dalam kehidupan sehari-hari bahwa logika dan keyakinan adalah mutlak untuk menentukan suatu kebenaran.

Kita disini akan membahas logika untuk menentukan kebenaran teori tentang Tuhan, karena kalau patokan yang kita pakai adalah keimanan pastinya tidak akan ditemukan kebenaran itu.

Islam yakin dengan teori Tuhannya, kristen pun begitu, hindu keukeuh, budha juga pantang mundur. Logika adalah jalan keluar dari semua tolak ukur tentang agama manakah yang tepat akan teori tentang Tuhan.

Untuk menentukan wujud/jasad Tuhan kita gunakan logika yang ada di dunia ini. Dalam kehidupan sehari-hari anda akan menemukan logika yang bersifat ke arah sana. Untuk berlogika, kita gunakan metode tanya-jawab.

A. Apakah sama antara pencipta dengan yang diciptakan.
Bill gate pencipta microsoft, apakah Bill Gate sama dengan Microsoft? Logika akan mengatakan, tidak! Thomas Alfa Edison pencipta listrik, apakah dia sama dengan listrik? Logika akan mengatakan, tidak!
Pematung membuat patung, apakah pematung sama dengan patung? Logika akan mengatakan, tidak! Ada yang memaksakan, dengan mengatakan pematung mirip dengan patungnya. Maka dengan Logika akan dikatakan bahwa Tuhan pencipta tidak akan sama dengan ciptaannya!

B. Apakah wujud Tuhan sama dengan manusia, binatang, benda langit, matahari, dll?
Sebenarnya jawaban ada di point A, tapi kita tekankan untuk mendapatkan jawaban yang lebih memuaskan.
Andai Tuhan berwujud manusia. Logika akan mengatakan, mana Tuhan mana manusia karena dua-duanya sama? Logika akan mengatakan tidak mungkin Tuhan sama dengan manusia.
Andai Tuhan berwujud binatang. Logika akan mengatakan, mengapa Tuhan kita binatang yang tidak bisa berpikir, wujudnya lebih jelek daripada manusia, dan berbagai pertanyaan lainnya yang melecehkan?
Logika mengatakan Tuhan tidak sama wujudnya dengan manusia, binatang, matahari dan makhluk yang ada di seluruh alam raya ini.
Manusia mempunyai sifat kasih sayang, mencintai, menciptakan sesuatu”. Lalu, anda yang masih penasaran akan bertanya, Tuhan penyayang manusia juga penyayang, berarti Tuhan dan manusia bisa sama. Sekilas logika ini benar adanya, namun logika yang benar akan menjawab. Manusia hanya diberi, tidak memiliki. Manusia bisa mengasihi, karena diberi rasa kasih sayang. Seandainya tidak diberi kasih sayang oleh Tuhan, peradaban manusia tidak akan ada, karena manusia saling menumpahkan darah.
Ah, saya tidak percaya dengan teori tadi. Sah-sah saja, namun akan kita logikakan untuk menentukan jawaban yang lebih tepat. Manusia tampan, apakah dia yang mempunyai ketampanan? Kalau dia yang mempunyai ketampanan, kenapa dia biarkan kulit mukanya layu ketika dia sudah tua??
Logika ini saja sudah cukup menjawab pertanyaan bahwa manusia hanya diberi kekuatan, kasih sayang dari Tuhannya. Sedangkan yang mempunyai semua hal tersebut adalah Tuhan semesta alam. Jadi logika mengatakan Tuhan tidak sama dengan makhluk dalam sifatnya.

C. Kebodohan persepsi tentang Tuhan.
Logika mengatakan tidak mungkin Tuhan kalah oleh ciptaannya. Jika seandainya didalam suatu agama mengatakan bahwa Tuhan kalah oleh ciptaannya, maka itu adalah hal terbodoh yang ada di dunia ini, mengalahkan pemikiran dan logika orang-orang idiot!
Di dunia ini akan anda temui seorang presiden, seorang raja, seorang pemimpin untuk negaranya, kerajaannya dan lingkungannya. Tidak akan anda temui 2,3 atau banyak presiden dalam satu negara, banyak raja dalam satu kerajaan!Ini manusia yang hanya ciptaan, apalagi dengan Tuhan yang menciptakan.

Kita logikakan ruang untuk Tuhan.
-1 Alam dunia yang kita kenal
Logika akan mengatakan tidak mungkin ada lebih dari satu Tuhan. Jika ada, maka hal itu menyimpang dari logika. Manusia saja secara sadar hanya memilih 1 raja atau 1 presiden karena tidak mungkin ada 2 presiden atau 2 raja.
Apalagi dengan Tuhan, pastinya tidak mungkin ada banyak Tuhan, apalagi Tuhan begitu sangat kuasa dan sanggup menciptakan! Logika akan mengatakan tidak ada Tuhan didunia ini selain hanya 1 Tuhan!!

-2 Banyak Tuhan dengan ruangnya masing-masing.
Karena ketidak mungkinan ada 1 Tuhan dalam dunia ini, lalu kita berandai-andai. Misal, ketika ada dua Tuhan, Tuhan A dan Tuhan B. Masing-masing Tuhan ini mempunyai alam A dan Alam B satu dengan yang lainnya tidak saling mempengaruhi.

Logika inipun tidak masuk akal, karena bukanlah Tuhan jika tidak tahu keberadaan seorang Tuhan lainnya diluar kekuasaannya. Berarti Tuhan, tidak maha mengetahui artinya Tuhan mempunyai kekurangan. Logika akan mengatakan, Tuhan tidak mungkin mempunyai kekurangan.

Jika Anda masih keukeuh dengan point 2. Begini, jika itu benar adanya. Tetap saja, kita hanya mengakui satu Tuhan di alam semesta ini, tidak mengakui Tuhan di alam sana [di alam B, misalnya]. Dan secara logika kita tidak akan tahu keberadaan Tuhan selain Tuhan kita di alam ini karena keterbatasan kita. Maka logika akan mengatakan hanya ada satu Tuhan di alam semesta ini!!

Sopan Santun Itu Telah Hilang. Mari kita Bangun!!

Dulu… Indonesia dikenal sebagai negeri yang ramah. Yang mengatakan bahwa negeri kita ramah bukan hanya tetangga dekat atau tetangga jauh, orang-orang kita sendiripun merasa bangga akan hal itu karena merasakan hal tersebut.
Pada zaman itu, alhamdulillah saya merasakan, dimana orang tua menghargai anak muda dan anak muda sangat menghormati kaum tua. Timbal balik yang membuat harmonisasi hidup begitu damai, indah dan menyejukkan.

Kenapa hal tersebut terjadi? ada dua alasan yang saya kemukakan.

Pertama, Agama Islam.
Agama islam mengajarkan untuk menghargai yang muda dan menghormati yang tua. Di negeri ini mayoritas Islam. Dulu ketika penduduknya masih menjalankan islamnya secara intens maka sopan santun diterapkan dengan sebenar-benarnya karena sopan santun adalah bagian dari islam. Maka karena mayoritas ini menjalankan islamnya dengan betul-betul, akhirnya kita dikenal sebagai negeri yang sopan.

Kedua, Guru dan Tetua Adat.
Mereka menjadi orang-orang terdepan yang mengedepankan sistem sopan santun ini. Dengan giat mereka mengajarkan adat sopan santun, di mesjid atau di acara perkumpulan.
Namun di zaman ini, semua mulai kabur, mulai padam, mulai sirna seperti akan menghilang ditelan bumi andai tidak ada perbaikan kembali. Maka oleh karena itu mari kita berpikir bagaimana mengembalikan zaman-zaman keemasan tersebut.
Anda sebagai generasi yang merasakan zaman itu saya ajak berpartisipasi untuk mengembalikan budaya sopan santun. Dimana saat ini, anak muda tidak mengenal yang namanya adat sopan santun.
Anak kecil kemarin sore memanggil pemuda yang jauh umurnya dengan nama tanpa ada embel-embel “abang, mas, aa, dll “. Mereka melakukannya tanpa merasa bersalah.

Orang-orang lewat di depan orang yang sedang duduk, boro-boro bilang permisi tersenyumpun sepertinya mahal. Hal ini adalah penyakit! Mari kita cari obatnya.
Padahal sopan santun itu jika digunakan akan mencegah banyak keributan, akan mencegah terjadi pertengkaran dan akan mempererat rasa persaudaraan.
Dulu di sekolah dan tempat mengaji atau diriungan, saya diajarkan oleh guru atau saudara. Kalau lewat di depan orang tua harus membungkuk dan bilang permisi. Pun seandainya kalau lewat di depan orang-orang yang sedang duduk atau kita ingin melewati suatu kumpulan maka kita harus bilang permisi.
Namun sepertinya sekarang pelajaran itu tidak ada lagi. Anak kemarin sore lewat di depan kerumunan orang tidak ada sopan santunnya, lewat begitu saja bagai batang pisang ada raganya namun dingin tidak ada jiwanya. Orang tua cuek dengan keadaan itu karena mereka pun sudah mulai tidak perduli lagi dengan adat sopan santun.
Oleh karena itu mari kita perbaiki budaya sopan santun ini, jika anda orang tua ajarkan kepada anaknya untuk berbuat sopan santun. Karena sopan santun itu tidak mahal, tidak mengeluarkan banyak biaya. Jika anda seorang kakak, ajarkan kepada adiknya untuk berbuat sopan santun karena pastinya anda sayang dengan adik anda. Tentunya jika anda guru, anda WAJIB mengajarkan kepada anak didik anda untuk mengajarkan sopan santun karena sekolah adalah gerbang dari watak seseorang.
Jika anda membaca tulisan ini, silahkan sebarkan kepada seluruh kenalan anda. Mari kita buat negeri ini kembali sebagai negeri ramah. Negeri yang akan banyak mendapat berkah karena keramahan. Kirimkan lewat email atau perbincangkanlah tulisan ini diantara sesama teman.